Jumat, 01 Februari 2019

Keutamaan Menuntut Ilmu

Ilmu sangatlah penting bagi setiap manusia baik yang muslim maupun yang non muslim. Dalam islam ilmu sangatlah di utamakan bahkan diwajibkan bagi setiap ummad muslim, hal ini senada dengan hadis nabi Muhammad yang mengatakan “ menuntut ilmu itu wajib bagi tiap-tiap muslimin dan muslimat”  hadis tersebut menerangkan betapa harusnya seorang muslim dalam menuntut ilmu, dalam hadis lain Nabi Muhammad SAW juga bersabda “ tuntutlah ilmu dari semenjak kamu lahir sampai keliang lahat” dalam hadis tersebut dalam konteks bahasa arab atau bahasa aslinya ketika disabdakan nabi, hadis tersebut menggunakan kata utlubu yang merupakan fiil amar dalam kaidah bahasa arab atau grammar bahasa arab, fiil amar adalah fiil yang menunjukkan perintah untuk melakukan sebuah pekerjaan, dan tentu pada hadis ini nabi memerintahkan kita untuk menuntut ilmu. Selain dua hadis yang disabdakan nabi Muhammad SAW tersebut, masih banyak lagi dalil-dalil yang menunjukkan kewajiban maupun keutamaan menuntut ilmu, banyak diantaranya juga yang berasal dari al-qur’an dan al-hadits, adapun dalil yang berasal dari al-quran, allah berfirman “ Dan allah mengeluarkanmu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu, dan dijadikan untukmu pendengaran dan pengelihatan dan hati, sedikitsekali engkau bersukur” ayat tersebut menjelaskan bahwa ketika kita lahir kealam dunia kita tidak mengetahui apapun namun allah menciptakan untuk kita telinga, mata maupun hati dengan tujuan untuk menjadi alat bagi kita menuntut ilmu, namun allah mengatakan bahkan menyindir kita kembali tentang sedikit sekali kita bersyukur atas nikmat-nikmat yang telah Allah anugrahkan kepada kita yang kita syukuri, imam syafi’I yang merupakan salah satu ulama’ yang mazhabnya diikuti oleh orang-orang yang beraliran ahussunnah waljama’ah juga mengungkapkan betapa mulianya ilmu, beliau berkata “barang siapa menginginkan dunia maka hendaklah ia raih dengan ilmunya, barang siapa menginginkan akhirat maka hendaklah ia raih dengan ilmunya, dan barang siapa yang menginginkan keduanya, maka hendaklah ia meraihnya dengan ilmunya pula.” Dari perkataan beliau tersebut kita bisa menarik kesimpulan bahwa dunia, akhirat maupun kedua-duanya dapat diraih dengan ilmu semata, karena beribadah tanpa ber ilmu juga tidak berarti apa-apa.



Ilmu sangatlah penting bagi setiap manusia baik yang muslim maupun yang non muslim. Dalam islam ilmu sangatlah di utamakan bahkan diwajibkan bagi setiap ummad muslim, hal ini senada dengan hadis nabi Muhammad yang mengatakan “ menuntut ilmu itu wajib bagi tiap-tiap muslimin dan muslimat”  hadis tersebut menerangkan betapa harusnya seorang muslim dalam menuntut ilmu, dalam hadis lain Nabi Muhammad SAW juga bersabda “ tuntutlah ilmu dari semenjak kamu lahir sampai keliang lahat” dalam hadis tersebut dalam konteks bahasa arab atau bahasa aslinya ketika disabdakan nabi, hadis tersebut menggunakan kata utlubu yang merupakan fiil amar dalam kaidah bahasa arab atau grammar bahasa arab, fiil amar adalah fiil yang menunjukkan perintah untuk melakukan sebuah pekerjaan, dan tentu pada hadis ini nabi memerintahkan kita untuk menuntut ilmu. Selain dua hadis yang disabdakan nabi Muhammad SAW tersebut, masih banyak lagi dalil-dalil yang menunjukkan kewajiban maupun keutamaan menuntut ilmu, banyak diantaranya juga yang berasal dari al-qur’an dan al-hadits, adapun dalil yang berasal dari al-quran, allah berfirman “ Dan allah mengeluarkanmu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu, dan dijadikan untukmu pendengaran dan pengelihatan dan hati, sedikitsekali engkau bersukur” ayat tersebut menjelaskan bahwa ketika kita lahir kealam dunia kita tidak mengetahui apapun namun allah menciptakan untuk kita telinga, mata maupun hati dengan tujuan untuk menjadi alat bagi kita menuntut ilmu, namun allah mengatakan bahkan menyindir kita kembali tentang sedikit sekali kita bersyukur atas nikmat-nikmat yang telah Allah anugrahkan kepada kita yang kita syukuri, imam syafi’I yang merupakan salah satu ulama’ yang mazhabnya diikuti oleh orang-orang yang beraliran ahussunnah waljama’ah juga mengungkapkan betapa mulianya ilmu, beliau berkata “barang siapa menginginkan dunia maka hendaklah ia raih dengan ilmunya, barang siapa menginginkan akhirat maka hendaklah ia raih dengan ilmunya, dan barang siapa yang menginginkan keduanya, maka hendaklah ia meraihnya dengan ilmunya pula.” Dari perkataan beliau tersebut kita bisa menarik kesimpulan bahwa dunia, akhirat maupun kedua-duanya dapat diraih dengan ilmu semata, karena beribadah tanpa ber ilmu juga tidak berarti apa-apa.



Setelah membahas Keutamaan menuntut ilmu diatas, kami juga memproduksi karpet masjid, dengan kualitas terbaik dan HargaKarpet Masjid OLX terjangkau. Karpet Masjid Kingdom dengan ketebalan, dan kemembutan yang pas sehingga nyaman saat diguakan untuk sholat. Jika ingin mengetahui lebih lanjut, kunjungi web kami www.aladdinkarpet.com 


Sumber:
https://akhmadsirajudinkpibiain.weebly.com/materi-dakwah/-keutamaan-menuntut-ilmu
beberapakeutamaanmenuntutilmu.blogspot.com

Kamis, 31 Januari 2019

Seberapa Siapkah Muslimah untuk Berhijab


Assalamu’alaikum Wr.Wb

(Piih muqqodimah yang anda sukai)

Untuk mengawali jumpa kita saat ini, terlebih dahulu kita semua panjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan rahmat, hidayah serta inayah-Nya sampai saat ini kita masih ditakdirkan oleh Allah swt, menjadi orang iman dan islam. Mudah-mudahan nikmat iman dan Islam ini benar-benar kita memiliki sampai akhir hayat.

Shalawat serta salam semoga tetap terlimpahkan kepada Nabi besar Muhammad saw, karena beliaulah yang memperjuangkan Islam sampai ke penjuru pelosok dunia, sehingga kita bisa membedakan perkara yang haq dan yang bathil, sehingga menjadi muslim , berkat hidayah Allah swt. Semoga kita termasuk umat beliaw Nabi Muhammad saw.

Hadirin sekalian yang kami hormati.

Semua wanita muslimah akan tahu kewajibannya untuk menutup aurat, dan sepertinya pada saat ini peningkatan muslimah berhijabpun sangat pesat. Berhijab tidak lagi kuno, tidak lagi menjadi sebuah masalah untuk kaula muda. Industri yang berlatar belakang hijab pun sudah banyak kita jumpai disetiap daerah pertokoan, tidak sulit untuk menemukan baju yang cocok untuk muslimah. Karena maraknya pertokoan untuk mulimah-muslimah berhijab. Sungguh kemajuan ini kearah yang baik, Indonesia termasuk negara dengan jumlah umat muslim yang besar dan kemajuan seperti ini patut diapresiasi.
Dibalik kemajuan slalulah ada kekurangan, begitupun dengan pesatnya muslimah berhijab di Indonesia. Sungguh sangat dimaklumi ketika seorang wanita biasa yang berkeinginan berhijab, dengan seketika merubah penampilannya menjadi muslimah yang berhijab sesuai syar’i. dengan segala keterbatasan yang ada, apalagi untuk seorang wanita karir yang bekerja dengan pakaian yang ditentukan. Sungguh sangat dipahami, ketika mereka belum sepenuhnya bisa memakai hijab syar’i. Tapi itu hanya masalah waktu, niatan untuk memenuhi tanggung jawab kepada sang pencipta akan merubah segalanya. Sesuai dengan firman Allah SWT dan sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tentang hijab pada seorang muslimah :

“…. Hendaklah merek tutupkan tudung (selendang) mereka ke leher dan ke dada mereka….” (QS: An Nur 31)

“Sesungguhnya, sebilangan ahli neraka ialah perempuan-perempuan yang berpakaian tetapi telanjang yang condong pada maksiat dan menarik orang lain untuk melakukan maksiat. Mereka tidak akan masuk syurga dan tidak akan mencium baunya” Riwayat Bukhari dan Muslim.

“Barang siapa yang memakai pakaian yang menjolok mata, maka Allah SWT akan memberikan pakaian kehinaan di hari akhir nanti” Riwayat Ahmad, Abu Daud, An Nasa’I dan ibn Majah.

Begitu sangat mengerikannya peringatan tentang berhijab, ini saatnya kita sebagai wanita muslimah berfikir kembali. Sampai kapankah kita asik dengan mode dan trendi yang mengabaikan kebenaran tentang berhijab. Kita harus bersyukur masih mempunyai waktu untuk memutuskan kapankah kita akan menjalankan perintah Allah yang benar. Kesiapan kita akan membawa kebaikan, hijab syar’i bukan hanya akan menutupi aurat kita dengan benar, tetapi akan menghijabkan jiwa dan hati kita. Seolah-olah kita akan punya alarm tersendiri untuk perbuatan yang salah, kita akan senantiasa berfikir apakah seorang muslimah pantas berlaku seperti itu? kemudian mengurungkan rencananya. Barakallah…nikmat sekali ketika hijab itu pun menjauhkan kita dari kemungkaran. Bekerjapun bukan halangan untuk memenuhi kewajiban kita sebagai muslimah, yang menjadi masalah adalah kesiapan kita. Kita harus sering-sering bertanya kapankah waktunya? Kapan? Sehingga kita benar-benar bisa siap untuk menjadi seorang muslimah yang dicintai Allah. Tetapi jangan terlalu lama berfikir, jangan sampai kita kehilangan waktu untuk menjalankannya.

Wabillahitaufik walhidayah Wassalamualaikum Wr. Wb


Setelah membahas Tentang muslimah berhijab diatas, kami juga memproduksi karpet masjid, dengan kualitas terbaik dan harga terjangkau. Karpet Masjid Terbaik dengan ketebalan, dan kemembutan yang pas sehingga nyaman saat diguakan untuk sholat. Jika ingin mengetahui lebih lanjut, kunjungi web kami www.juragankarpet.com


Sumber:
http://www.pidatu.com/2016/02/contoh-dakwah-tentang-seberapa-siapkah.html 
 

Rabu, 30 Januari 2019

Keutamaan Puasa


Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarrakatu :
Alhamdulillahirrabil alamin  wasalatu wasalamu asrafil anbiya iwal mursalin wa’ala alihi wasahbihi azmain.
Pertama – tama dan yang palimg utama marilah kita panjatkan puji beserta syukur kita kehadirat Allah SWT. yang mana Ia telah memberikan rahmat dan hidayahnya berupa kesehatan keimanan dan juga kesempatan kepada kita semua sehingga kita bisa berkumpul ditempat yang kita cintai ini.. Salawat berangkaikan salam kita hadiahkan kepada roh junjungan alam yakni nabi besar Muhammad SAW. Baiklah untuk mempersingkat waktu, kita masuki judul ceramah kita pada hari ini yaitu yang berjudul :
PUASA
Puasa adalah menahan lapar mulai dari terbitnya fajar di sebelah timur sampai terbenamnya matahari disebalah barat. Yang mana ketika kita berpuasa, kita dilatih untuk menahan nafsu, menahan lapar dan menahan haus.
Puasa merupakan salah satu yang termasuk dalam rukun islam, yaitu rukun islam yang ke - 4. Pastinya kita semua sudah pada mengetahui rukun – rukun islam. Hanya sekedar mengingat kembali, Rukun islam yang ke
1. Mengucapkan dua kalimat sahadat
2. Mengerjakan shalat
3. Membayar zakat
4. Mengerjakan puasa,
5. Naik haji bagi yang mampu. 

Rukun islam merupakan kewajiban bagi seluruh umat islam dipenjuru dunia. Kewajiban berarti segala sesuatu yang harus atau mesti dikerjakan atau dilaksanakan. Maka dari itu kita sebagai umat muslim wajib berpuasa. Berdasarkan keterangan yang sangat jelas dari Al-Qur'an dan Sunnah. Bahkan, Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam menerangkan salah satu dari rukun Islam yang 5. Hal ini menunjukkan bahwa kedudukannya yang mulia dan agung dalam Islam. Karenanya semua orang muslim wajib memperhatikan dan menjaganya dengan seksama agar sempurna bangunan di dalam dirinya.
Apabila ada seorang yang mengaku muslim namun meninggalkan puasa karena ia mengingkarinya, maka dia termasuk orang – orang yang kufur. Sedangkan bagiorang - orang yang tidak mengerjakan puasa karena malas atau lalai “tetap meyakini bahwa hukumnya wajib”, maka ia telah melakukan dosa yang besar dan kebinasaan karena tidak melaksanakan salah satu rukun Islam dan kewajiban yang penting. 
Adapun konsekuensi berdasarkan hukum fiqihnya, para ulama - ulama memiliki pendapat yang berbeda - beda. Sebagiannya berpendapat, bahwa bagi orang yang telah berbuka “tidak berpuasa” satu hari saja dari bulan Ramadhan maka wajib mengqadla puasanya sebanyak 12 hari. Ada juga yang pendapat bahwa mereka wajib berpuasa qadla selama satu bulan. Pendapat lainnya, mengatakan bahwa seseorang itu harus berpuasa selama 3000 hari dan ini merupakan pendapat al-Nakhai, Waqi' bin al-Jarrah,. Namun ada dua pendapat yang paling masyhur dalam masalah ini dan memiliki landasan argumen yang kuat, yaitu: wajib mengqadla tanpa kafarah dan cukup bertaubat tanpa harus qadla.
Pendapat Pertama: Wajib qadla saja
Pendapat ini merupakan pendapat yang sangat umum di kalangan para ulama, yaitu wajib mengqadla bagi orang yang sengaja berbuka (tidak berpuasa) pada bulan Ramadlan, yaitu dengan berpuasa sesuai jumlah hari yang dia rusak.

Pendapat Kedua: Tidak wajib mengqadla, dan hanya bertaubat dengan sebenar - benarnya "bersungguh - sungguh"
Menurut pendapat kedua ini, tidak cukup dengan qadla walaupun dia berpuasa setahun penuh. Sebabnya, karena dia sengaja merusak puasanya tanpa udzur syar'i. Maka tidak mencukupi hari untuk menggantikan hari yang dia rusak tersebut, karena qadla disyariatkan bagi orang yang memiliki udzur (berhalangan).
Allah Ta'ala berfirman yang maknanya :
"Maka barang siapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain." (QS. Al-Baqarah: 184)
Maka barang siapa yang merusak puasa di bulan ramadhan tanpa ada udzur syar'i lalu mengganti puasanya itu di hari – hari yang lain, berarti telah membuat aturan baru dalam agama Allah yang tidak diizinkan oleh-Nya.
Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam juga bersabda yang maknanya "Siapa yang mengada-adakan hal baru dalam urusan kami ini (Islam) yang bukan berasal darinya, maka akan tertolak." (HR. Bukhari dari Aisyah radliyallahu 'anha)
Adapun firman Allah swt tentang puasa yang maknanya :
“Hai orang – orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang – orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa”
(Q.S. Al-Baqarah : 183)
Dari arti firman Allah SWT. dalam Q.S. Al-Baqarah : 183, telah jelas bahwa puasa itu telah diwajibkan dan diperintahkan kepada orang – orang sebelum kita. Yang bertujuan untuk meningkatkan ketakwaan terhadap Allah SWT.

Pasti kita bertanya – Tanya, apa sebenarnya hikmah dari Puasa?
Berikut beberapa hikmah dari puasa
1. Puasa dapat menyempitkan aliran darah dan juga makanan. Aliran yang sama yang digunakan oleh syaitan. Sehingga bisikan syaitan akan menjadi lemah.
2. Puasa dapat melemahkan nafsu, hasrat berbuat maksiat dan keinginan berbuat jahat. Ini mengakibatkan roh menjadi suci.
3. Puasa juga merupakan penyucian hati, pendidikan jiwa, pengendalian pandangan mata dan juga menjaga seluruh anggota tubuh dari pada perbutan dosa.
4. Puasa dapat menyehatkan tubuh, kerana puasa mengosongkan perut dari berbagai bahan yang merusakkan. Puasa juga berfungsi membersihkan darah, menormalkan fungsi jantung, hati dan ginjal.
5. Apabila seseorang itu berpuasa, dirinya akan merasa kerdil di hadapan Allah SWT, hatinya akan mudah tersentuh dan rasa tamak akan menipis. Nafsunya terkawal sehingga doanya dikabulkan kerana dia dekat dengan Allah SWT.
Mungkin diantara kita masih ada yang bingung, sebenarnya apa – apa saja yang dapat membatalkan ataupun yang dapat mengurangi pahala puasa, berikut akan saya sebutkan kembali tentang hal – hal yang dapat membatalkan ataupun yangdapat mengurangi pahala puasa :
• Makan dan juga Minum yang dilakukan dengan sengaja
• Merokok
• Melakukan hubungan badan antara suami dan juga istri pada siang hari, Jima’ (berssenggema)
• Keluarnya darah haid atau nifas bagi seorang perempuan
• Menghirup obat untuk melegakan pernafasan
• Menelan sisa - sisa makanan yang masih ada menempel di antara gigi-gigi meskipun hanya sedikit
• Transfusi darah bagi orang yang berpuasa
• Ghibah ( membicarakan aib kejelekan orang lain)
• Namimah ( mengadu domba )
• Mendo’akan hal – hal yang jelek terhadap orang lain dan juga mencaci-maki
• Melakukan maksiat
• Berbohong
• Timbul syahwat kyang disebabkan memikirkan atau melihat hal-hal yang jorok ( mesum ) 
Saudara saudari yang muliakan oleh Allah SWT. kita telah mengetahui apa saja hukum bagi orang – orang yang tidak berpuasa dengan sengaja, yaitu mendapatkan dosa yang besar. Naudzubilahimindzalik. Oleh sebab itu, untuk kedepannya semoga puasa kita akan lebih baik lagi,. Dan semoga kita menjadi umat muslim yang bertaqwa kepada Allah SWT, amin yarobal alamin.
Sekianlah ceramah dari saya apa bila ada kesalahan dalam penyampaian, ataupun kata – kata yang kurang berkenan saya mohon maaf, karena kesempurnaan itu hanya milik Allah SWT. akhirul kalam Wassalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatu.
Demikianlah Artikel saya yang membahas tentang Contoh Ceramah Tentang Kewajiban Berpuasa. terima kasih Semoga bermanfaat Wassalam Wr Wb
Setelah membahas Keutamaan Puasa diatas, kami juga memproduksi karpet masjid, dengan kualitas terbaik dan harga terjangkau. Karpet Masjid Empuk dengan ketebalan, dan kemembutan yang pas sehingga nyaman saat diguakan untuk sholat. Jika ingin mengetahui lebih lanjut, kunjungi web kami www.juragankarpet.com

Sumber:
 http://www.pidatu.com/2014/05/contoh-ceramah-tentang-kewajiban.html
dakwahislam4.blogspot.com

Selasa, 29 Januari 2019

Menjadi Remaja Gaul Ala Islam


istilah ‘gaul’. Yach, tren yang udah membumi di lingkungan temen-temen. Dari mulai model baju, celana ketat, rok mini, tanktop, sampe buku-buku dan majalah nggak ketinggalan ngebahas tren itu. Tapi apa temen-temen tau, apa sih sebenernya arti gaul tersebut?
Ada yang bilang, gaul itu punya banyak temen dan punya banyak wawasan. Di mana-mana ia dikenal. Banyak yang nelponin, banyak yang ngajakin hang-out bareng, banyak yang naksir, banyak juga yang iseng gangguin. Pokoknya, layaknya superstar lah, ia dikenal di manapun berada.
Ada juga yang bilang, gaul itu ngikutin perkembangan zaman. Pokoknya, orang bisa dikatakan gaul jika ia bisa ngikutin terus perkembangan zaman paling modern. Dari bacaan modern yang ngebahas perselingkuhan artis, sampai film modern yang mengumbar nafsu dan kekerasan. Dari mulai celana gombrong di bawah mata kaki sampai celana ketat yang kesannya kayak telanjang. Dari baju kebesaran yang berumbai di mana-mana sampai kaos kekecilan model adik bayi. Semuanya diikutin. Namanya aja ngikutin tren modern!
Ada lagi yang memaknai gaul sebagai kebiasaan belanja di mall, nongkrong di kafe, jago sms-an, jago pencet HP, dan sebagainya.
Tapi apa emang cuma sebatas itu aja definisi gaul?
Dalam Islam sendiri, gaul berarti punya prinsip. Kan nggak lucu banget, kalo kita ngaku gaul tapi ke mana-mana cuma ikut-ikutan tanpa dasar. Nah, untuk itu kita kudu nyari tau prinsip tersebut. Caranya? Dekati dan akrabi Al Qur'an. Pramuka aja punya prinsip “Satyaku kudharmakan, dharmaku kubaktikan”, masa' sih kita seorang muslim yang merupakan ummat terbaik malah nggak punya prinsip. Malu dong!!!
Lantas apa prinsip kita sebagai Muslim? “Hidup mulia atau mati syahid!”
Bener! Seratus deh buat kamu yang menjawab bener tadi!
Selain itu, pribadi muslim yang gaul tercermin dalam sepuluh sifat. Simak baik-baik yaaa....! Setelah itu diamalkan. Baru deh kalian tepat disebut sebagai insan yang gaul.
  1. Salimul Aqidah (aqidah yang bersih)
Salimul aqidah merupakan sesuatu yang harus ada pada setiap muslim. Dengan aqidah yang bersih, seorang muslim akan memiliki ikatan yang kuat kepada Allah SWT. Dengan ikatan yang kuat itu kita nggak akan nyimpang dari jalan dan ketentuan-ketentuan-Nya. Dengan kebersihan dan kemantapan aqidah, seorang Muslim akan menyerahkan segala perbuatannya kepada Allah sebagaimana firman-Nya:
"Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku, semua bagi Allah tuhan semesta alam" (QS. Al An'am:162).
Karena aqidah yang salim merupakan sesuatu yang amat penting, maka pada awal da'wahnya kepada para sahabat di Mekkah, Rasulullah SAW mengutamakan pembinaan aqidah, iman dan taukhid.
Nah, temen-temen semuanya, kalo kalian emang ngebet banget pingin disebut manusia gaul, bersihkan tuh aqidahmu. Jangan melulu membersihkan wajah berjerawat! Oke?
  1. Sahihul Ibadah (ibadah yang benar)
Shahihul ibadah merupakan salah satu perintah Rasulullah SAW yang penting. Dalam satu haditsnya, beliau bersabda: "Shalatlah kamu sebagaimana melihat aku shalat". Dari ungkapan ini kita bisa nyimpulin bahwa dalam melaksanakan setiap peribadatan haruslah merujuk kepada sunnah Rasul SAW yang berarti tidak boleh ada unsur penambahan atau pengurangan.
Muslim yang gaul emang muslim yang punya prinsip. Tapi prinsip kita harus berdasarkan Al Qur'an dan Sunnah, bukan asal prinsip. Apalagi prinsip berdasar hukum setan dan nafsu. Nggak banget deh!!!
  1. Matinul Khuluq (akhlaq yang kokoh)
Matinul khuluq merupakan sikap dan perilaku yang harus dimiliki oleh setiap muslim, baik dalam hubungannya kepada Allah maupun dengan makhluk-makhluk-Nya. Dengan akhlak yang mulia, manusia akan bahagia dalam hidupnya, baik di dunia maupun di akhirat. Pingin kan ngerasain bahagia dunia-akhirat? Nah, karena begitu penting memiliki akhlak yang mulia bagi umat manusia, maka Rasulullah SAW diutus untuk memperbaiki akhlak dan beliau sendiri telah mencontohkan kepada kita akhlaknya yang agung sehingga diabadikan oleh Allah SWT di dalam Al Qur'an. "Dan sesungguhnya kamu benar-benar memiliki akhlak yang agung" (QS. Al Qalam: 4).
  1. Qowiyyul Jismi (kekuatan jasmani)
Qowiyyul jismi merupakan satu sisi yang harus ada pada setiap Muslim. Kekuatan jasmani berarti seorang muslim memiliki daya tahan tubuh sehingga dapat melaksanakan ajaran Islam secara optimal dengan fisiknya yang kuat. Shalat, puasa, zakat dan haji merupakan amalan di dalam Islam yang harus dilaksanakan dengan fisik yang sehat dan kuat. Apalagi berjihad di jalan Allah dan bentuk-bentuk perjuangan lainnya.
Oleh karena itu, kesehatan jasmani harus mendapat perhatian seorang muslim dan pencegahan dari penyakit jauh lebih utama daripada pengobatan. Meskipun demikian, sakit tetap kita anggap sebagai sesuatu yang wajar bila hal itu kadang-kadang terjadi. Namun jangan sampai seorang muslim sakit-sakitan. Karena kekuatan jasmani juga termasuk hal yang penting, maka Rasulullah SAW bersabda yang artinya: "Mukmin yang kuat lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah (HR. Muslim)
Demikian pula Imam Hasan Al Banna berkata bahwa salah satu kewajiban mujahid adalah: ”Hendaklah engkau bersegera melakukan general chek-up secara berkala atau berobat, begitu penyakit terasa mengenaimu.”
Gaul itu nggak mudah sakit-sakitan. Setuju???
  1. Mutsaqqoful Fikri (intelek dalam berfikir)
Mutsaqqoful fikri merupakan salah satu sisi pribadi muslim yang juga penting.Muslim itu nggak boleh lelet, apalagi telmi. Jangan deh!! Karena itu salah satu sifat Rasul adalah fathonah (cerdas). Al Qur'an juga banyak mengungkap ayat-ayat yang merangsang manusia untuk berfikir, misalnya firman Allah yang artinya: "Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: " pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya". Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: "Yang lebih dari keperluan". Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir" (QS Al Baqarah: 219)
Di dalam Islam, tidak ada satupun perbuatan yang harus kita lakukan, kecuali harus dimulai dengan aktifitas berfikir. Karenanya seorang muslim harus memiliki wawasan keislaman dan keilmuan yang luas. Bisa dibayangkan, betapa bahayanya suatu perbuatan tanpa mendapatkan pertimbangan pemikiran secara matang terlebih dahulu. Pasti akan terjadi yang namanya taqlid buta alias berbuat dan berkata tanpa dasar yang jelas. Dan itu jelas nggak dibolehkan dalam Islam.
Oleh karena itu, Allah mempertanyakan kepada kita tentang tingkatan intelektualitas seseorang, sebagaimana firman Allah yang artinya: Katakanlah: "samakah orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui?"', sesungguhnya orang-orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran". (QS Az Zumar: 9)
  1. Mujahadatul Linafsihi (berjuang melawan hawa nafsu)
Mujahadatul linafsihi merupakan salah satu kepribadian yang juga harus ada pada diri seorang muslim karena setiap manusia memiliki kecenderungan pada yang baik dan yang buruk. Melaksanakan kecenderungan pada yang baik dan menghindari yang buruk amat menuntut adanya kesungguhan. Kesungguhan itu akan ada manakala seseorang berjuang dalam melawan hawa nafsu. Hawa nafsu yang ada pada setiap diri manusia harus diupayakan tunduk pada ajaran Islam.
Rasulullah SAW bersabda: "Tidak beriman seseorang dari kamu sehingga ia menjadikan hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa (ajaran Islam)" (HR. Hakim)
  1. Harishun Ala Waqtihi (pandai menjaga waktu)
Harishun ala waqtihi merupakan faktor penting bagi manusia. Hal ini karena waktu mendapat perhatian yang begitu besar dari Allah dan Rasul-Nya. Allah SWT banyak bersumpah di dalam Al Qur'an dengan menyebut nama waktu seperti wal fajri, wad dhuha, wal 'asri, wallaili dan seterusnya.
Allah SWT memberikan waktu kepada manusia dalam jumlah yang sama, yakni 24 jam sehari semalam. Dari waktu yang 24 jam itu, ada manusia yang beruntung dan tak sedikit manusia yang rugi. Karena itu tepat sebuah semboyan yang menyatakan: "Lebih baik kehilangan jam daripada kehilangan waktu". Waktu merupakan sesuatu yang cepat berlalu dan tidak akan pernah kembali lagi.
Oleh karena itu setiap muslim amat dituntut untuk pandai mengelola waktunya dengan baik sehingga waktu berlalu dengan penggunaan yang efektif, tak ada yang sia-sia. Maka diantara yang disinggung oleh Nabi SAW adalah memanfaatkan momentum lima perkara sebelum datang lima perkara, yakni waktu hidup sebelum mati, sehat sebelum datang sakit, muda sebelum tua, senggang sebelum sibuk dan kaya sebelum miskin.
Imam Hasan Al Banna berkata: ”Kewajiban kita lebih banyak daripada waktu yang tersedia.”
Coba deh direnungkan. Bila seorang Muslim mampu memahami betapa banyak kewajiban yang harus dipikulnya, tentu ia nggak akan pernah menyia-nyiakan waktunya untuk hal-hal yang nggak berguna.
Sebuah kata bijak barangkali bisa menjadi pedoman. ”Jangan pernah menyia-nyiakan waktumu, karena sesungguhnya tidak ada yang sia-sia di sisi Allah.”
  1. Munazhzhamun fi Syuunihi (teratur dalam suatu urusan)
Munazhzhaman fi syuunihi juga termasuk kepribadian seorang muslim yang penting yang ditekankan oleh Al Qur'an maupun sunnah. Oleh karena itu dalam hukum Islam, baik yang terkait dengan masalah ubudiyah maupun muamalah harus diselesaikan dan dilaksanakan dengan baik. Ketika suatu urusan ditangani secara bersama-sama, maka diharuskan bekerjasama dengan baik sehingga Allah menjadi cinta kepadanya.
Dengan kata lain, suatu urusan mesti dikerjakan secara profesional. Apapun yang dikerjakan, profesionalisme selalu diperhatikan. Bersungguh-sungguh, bersemangat , berkorban, berkelanjutan dan berbasis ilmu pengetahuan merupakan hal-hal yang mesti mendapat perhatian serius dalam penunaian tugas-tugas.
  1. Qodirun 'Alal Kasbi (memiliki kemampuan usaha sendiri/mandiri)
Qodirun 'alal kasbi juga merupakan ciri yang harus ada pada diri seorang muslim. Ini merupakan sesuatu yang amat diperlukan. Mempertahankan kebenaran dan berjuang menegakkannya baru bisa dilaksanakan manakala seseorang memiliki kemandirian terutama dari segi ekonomi. Tak sedikit seseorang mengorbankan prinsip yang telah dianutnya karena tidak memiliki kemandirian dari segi ekonomi. Karena pribadi muslim tidaklah mesti miskin, seorang muslim boleh saja kaya bahkan memang harus kaya agar dia bisa menunaikan ibadah haji dan umroh, zakat, infaq, shadaqah dan mempersiapkan masa depan yang baik. Oleh karena itu perintah mencari nafkah amat banyak di dalam Al Qur'an maupun hadits dan hal itu memiliki keutamaan yang sangat tinggi.
Dalam kaitan menciptakan kemandirian inilah seorang muslim amat dituntut memiliki keahlian apa saja yang baik. Keahliannya itu menjadi sebab baginya mendapat rizki dari Allah SWT. Rezeki yang telah Allah sediakan harus diambil dan untuk mengambilnya diperlukan skill atau ketrampilan.
  1. Nafi'un Lighoirihi (bermanfaat bagi orang lain)
Nafi'un lighoirihi merupakan sebuah tuntutan kepada setiap muslim. Manfaat yang dimaksud tentu saja manfaat yang baik sehingga dimanapun dia berada, orang disekitarnya merasakan keberadaan. Jangan sampai keberadaan seorang muslim tidak menggenapkan dan ketiadaannya tidak mengganjilkan.
Ini berarti setiap muslim itu harus selalu berfikir, mempersiapkan dirinya dan berupaya semaksimal untuk bisa bermanfaat dan mengambil peran yang baik dalam masyarakatnya. Dalam kaitan ini, Rasulullah SAW bersabda yang artinya: "Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain" (HR. Qudhy dari Jabir).
Demikian secara umum profil seorang muslim yang disebutkan dalam Al Qur'an dan sunnah. Sesuatu yang perlu kita standarisasikan pada diri kita masing-masing. Bahkan hal wajib buat generasi muda yang ngotot banget untuk jadi anak gaul.
Jadi jelas kan, bahwa gaul bukan hanya sekedar nongkrong di mall, belanja sana-sini, sms-an sampe jempol sekarat, bukan juga berpakaian ala Jahiliyyah yang memperlihatkan punggung, paha, bahkan hal lainnya yang seharusnya nggak boleh terlihat.
Wallahu a'lam.




Setelah membahas Kisah Sunan Kalijaga diatas, kami juga memproduksi karpet masjid, dengan kualitas terbaik dan harga terjangkau. Harga Karpet Masjid Universal dengan ketebalan, dan kemembutan yang pas sehingga nyaman saat diguakan untuk sholat. Jika ingin mengetahui lebih lanjut, kunjungi web kami www.juragankarpet.com


Sumber:
http://pejuangtarbiyah.blogspot.com/2008/08/menjadi-remaja-gaul-ala-islam.html 
dakwahislamtentangremaja.blogspt.cm