Ilmu sangatlah penting bagi setiap manusia baik
yang muslim maupun yang non muslim. Dalam islam ilmu sangatlah di
utamakan bahkan diwajibkan bagi setiap ummad muslim, hal ini senada
dengan hadis nabi Muhammad yang mengatakan “ menuntut ilmu itu wajib bagi tiap-tiap muslimin dan muslimat” hadis tersebut menerangkan betapa harusnya seorang muslim dalam menuntut ilmu, dalam hadis lain Nabi Muhammad SAW juga bersabda “ tuntutlah ilmu dari semenjak kamu lahir sampai keliang lahat” dalam hadis tersebut dalam konteks bahasa arab atau bahasa aslinya ketika disabdakan nabi, hadis tersebut menggunakan kata utlubu yang
merupakan fiil amar dalam kaidah bahasa arab atau grammar bahasa arab,
fiil amar adalah fiil yang menunjukkan perintah untuk melakukan sebuah
pekerjaan, dan tentu pada hadis ini nabi memerintahkan kita untuk
menuntut ilmu. Selain dua hadis yang disabdakan nabi Muhammad SAW
tersebut, masih banyak lagi dalil-dalil yang menunjukkan kewajiban
maupun keutamaan menuntut ilmu, banyak diantaranya juga yang berasal
dari al-qur’an dan al-hadits, adapun dalil yang berasal dari al-quran,
allah berfirman “ Dan allah mengeluarkanmu dari perut ibumu
dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu, dan dijadikan untukmu
pendengaran dan pengelihatan dan hati, sedikitsekali engkau bersukur” ayat
tersebut menjelaskan bahwa ketika kita lahir kealam dunia kita tidak
mengetahui apapun namun allah menciptakan untuk kita telinga, mata
maupun hati dengan tujuan untuk menjadi alat bagi kita menuntut ilmu,
namun allah mengatakan bahkan menyindir kita kembali tentang sedikit
sekali kita bersyukur atas nikmat-nikmat yang telah Allah anugrahkan
kepada kita yang kita syukuri, imam syafi’I yang merupakan salah satu
ulama’ yang mazhabnya diikuti oleh orang-orang yang beraliran ahussunnah
waljama’ah juga mengungkapkan betapa mulianya ilmu, beliau berkata “barang
siapa menginginkan dunia maka hendaklah ia raih dengan ilmunya, barang
siapa menginginkan akhirat maka hendaklah ia raih dengan ilmunya, dan
barang siapa yang menginginkan keduanya, maka hendaklah ia meraihnya
dengan ilmunya pula.” Dari perkataan beliau tersebut kita
bisa menarik kesimpulan bahwa dunia, akhirat maupun kedua-duanya dapat
diraih dengan ilmu semata, karena beribadah tanpa ber ilmu juga tidak
berarti apa-apa.
Ilmu sangatlah penting bagi setiap manusia baik yang muslim maupun yang
non muslim. Dalam islam ilmu sangatlah di utamakan bahkan diwajibkan
bagi setiap ummad muslim, hal ini senada dengan hadis nabi Muhammad yang
mengatakan “ menuntut ilmu itu wajib bagi tiap-tiap muslimin dan muslimat” hadis tersebut menerangkan betapa harusnya seorang muslim dalam menuntut ilmu, dalam hadis lain Nabi Muhammad SAW juga bersabda “ tuntutlah ilmu dari semenjak kamu lahir sampai keliang lahat” dalam hadis tersebut dalam konteks bahasa arab atau bahasa aslinya ketika disabdakan nabi, hadis tersebut menggunakan kata utlubu yang
merupakan fiil amar dalam kaidah bahasa arab atau grammar bahasa arab,
fiil amar adalah fiil yang menunjukkan perintah untuk melakukan sebuah
pekerjaan, dan tentu pada hadis ini nabi memerintahkan kita untuk
menuntut ilmu. Selain dua hadis yang disabdakan nabi Muhammad SAW
tersebut, masih banyak lagi dalil-dalil yang menunjukkan kewajiban
maupun keutamaan menuntut ilmu, banyak diantaranya juga yang berasal
dari al-qur’an dan al-hadits, adapun dalil yang berasal dari al-quran,
allah berfirman “ Dan allah mengeluarkanmu dari perut ibumu
dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu, dan dijadikan untukmu
pendengaran dan pengelihatan dan hati, sedikitsekali engkau bersukur” ayat
tersebut menjelaskan bahwa ketika kita lahir kealam dunia kita tidak
mengetahui apapun namun allah menciptakan untuk kita telinga, mata
maupun hati dengan tujuan untuk menjadi alat bagi kita menuntut ilmu,
namun allah mengatakan bahkan menyindir kita kembali tentang sedikit
sekali kita bersyukur atas nikmat-nikmat yang telah Allah anugrahkan
kepada kita yang kita syukuri, imam syafi’I yang merupakan salah satu
ulama’ yang mazhabnya diikuti oleh orang-orang yang beraliran ahussunnah
waljama’ah juga mengungkapkan betapa mulianya ilmu, beliau berkata “barang
siapa menginginkan dunia maka hendaklah ia raih dengan ilmunya, barang
siapa menginginkan akhirat maka hendaklah ia raih dengan ilmunya, dan
barang siapa yang menginginkan keduanya, maka hendaklah ia meraihnya
dengan ilmunya pula.” Dari perkataan beliau tersebut kita
bisa menarik kesimpulan bahwa dunia, akhirat maupun kedua-duanya dapat
diraih dengan ilmu semata, karena beribadah tanpa ber ilmu juga tidak
berarti apa-apa.
Setelah membahas Keutamaan menuntut ilmu diatas,
kami juga memproduksi karpet masjid, dengan kualitas terbaik dan HargaKarpet
Masjid OLX terjangkau. Karpet Masjid Kingdom dengan ketebalan, dan kemembutan
yang pas sehingga nyaman saat diguakan untuk sholat. Jika ingin mengetahui
lebih lanjut, kunjungi web kami www.aladdinkarpet.com
Sumber:
https://akhmadsirajudinkpibiain.weebly.com/materi-dakwah/-keutamaan-menuntut-ilmu
beberapakeutamaanmenuntutilmu.blogspot.com
Dakwah Islam
Jumat, 01 Februari 2019
Kamis, 31 Januari 2019
Seberapa Siapkah Muslimah untuk Berhijab
Assalamu’alaikum Wr.Wb
(Piih muqqodimah yang anda sukai)
Untuk mengawali jumpa kita saat ini, terlebih dahulu kita semua panjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan rahmat, hidayah serta inayah-Nya sampai saat ini kita masih ditakdirkan oleh Allah swt, menjadi orang iman dan islam. Mudah-mudahan nikmat iman dan Islam ini benar-benar kita memiliki sampai akhir hayat.
Shalawat serta salam semoga tetap terlimpahkan kepada Nabi besar Muhammad saw, karena beliaulah yang memperjuangkan Islam sampai ke penjuru pelosok dunia, sehingga kita bisa membedakan perkara yang haq dan yang bathil, sehingga menjadi muslim , berkat hidayah Allah swt. Semoga kita termasuk umat beliaw Nabi Muhammad saw.
Hadirin sekalian yang kami hormati.
Semua wanita muslimah akan tahu kewajibannya untuk menutup aurat, dan sepertinya pada saat ini peningkatan muslimah berhijabpun sangat pesat. Berhijab tidak lagi kuno, tidak lagi menjadi sebuah masalah untuk kaula muda. Industri yang berlatar belakang hijab pun sudah banyak kita jumpai disetiap daerah pertokoan, tidak sulit untuk menemukan baju yang cocok untuk muslimah. Karena maraknya pertokoan untuk mulimah-muslimah berhijab. Sungguh kemajuan ini kearah yang baik, Indonesia termasuk negara dengan jumlah umat muslim yang besar dan kemajuan seperti ini patut diapresiasi.
“…. Hendaklah merek tutupkan tudung (selendang) mereka ke leher dan ke dada mereka….” (QS: An Nur 31)
“Sesungguhnya, sebilangan ahli neraka ialah perempuan-perempuan yang berpakaian tetapi telanjang yang condong pada maksiat dan menarik orang lain untuk melakukan maksiat. Mereka tidak akan masuk syurga dan tidak akan mencium baunya” Riwayat Bukhari dan Muslim.
“Barang siapa yang memakai pakaian yang menjolok mata, maka Allah SWT akan memberikan pakaian kehinaan di hari akhir nanti” Riwayat Ahmad, Abu Daud, An Nasa’I dan ibn Majah.
Begitu sangat mengerikannya peringatan tentang berhijab, ini saatnya kita sebagai wanita muslimah berfikir kembali. Sampai kapankah kita asik dengan mode dan trendi yang mengabaikan kebenaran tentang berhijab. Kita harus bersyukur masih mempunyai waktu untuk memutuskan kapankah kita akan menjalankan perintah Allah yang benar. Kesiapan kita akan membawa kebaikan, hijab syar’i bukan hanya akan menutupi aurat kita dengan benar, tetapi akan menghijabkan jiwa dan hati kita. Seolah-olah kita akan punya alarm tersendiri untuk perbuatan yang salah, kita akan senantiasa berfikir apakah seorang muslimah pantas berlaku seperti itu? kemudian mengurungkan rencananya. Barakallah…nikmat sekali ketika hijab itu pun menjauhkan kita dari kemungkaran. Bekerjapun bukan halangan untuk memenuhi kewajiban kita sebagai muslimah, yang menjadi masalah adalah kesiapan kita. Kita harus sering-sering bertanya kapankah waktunya? Kapan? Sehingga kita benar-benar bisa siap untuk menjadi seorang muslimah yang dicintai Allah. Tetapi jangan terlalu lama berfikir, jangan sampai kita kehilangan waktu untuk menjalankannya.
Wabillahitaufik walhidayah Wassalamualaikum Wr. Wb
Setelah membahas Tentang muslimah berhijab diatas, kami juga memproduksi karpet masjid, dengan kualitas terbaik dan harga terjangkau. Karpet Masjid Terbaik dengan ketebalan, dan kemembutan yang pas sehingga nyaman saat diguakan untuk sholat. Jika ingin mengetahui lebih lanjut, kunjungi web kami www.juragankarpet.com
Sumber:
http://www.pidatu.com/2016/02/contoh-dakwah-tentang-seberapa-siapkah.html
Rabu, 30 Januari 2019
Keutamaan Puasa
Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarrakatu :
Alhamdulillahirrabil alamin wasalatu wasalamu asrafil anbiya iwal mursalin wa’ala alihi wasahbihi azmain.
Pertama – tama dan yang palimg utama marilah kita panjatkan puji beserta
syukur kita kehadirat Allah SWT. yang mana Ia telah memberikan rahmat
dan hidayahnya berupa kesehatan keimanan dan juga kesempatan kepada kita
semua sehingga kita bisa berkumpul ditempat yang kita cintai ini..
Salawat berangkaikan salam kita hadiahkan kepada roh junjungan alam
yakni nabi besar Muhammad SAW. Baiklah untuk mempersingkat waktu, kita
masuki judul ceramah kita pada hari ini yaitu yang berjudul :
PUASA
Puasa adalah menahan lapar mulai dari terbitnya fajar di sebelah timur
sampai terbenamnya matahari disebalah barat. Yang mana ketika kita
berpuasa, kita dilatih untuk menahan nafsu, menahan lapar dan menahan
haus.
Puasa merupakan salah satu yang termasuk dalam rukun islam, yaitu rukun
islam yang ke - 4. Pastinya kita semua sudah pada mengetahui rukun –
rukun islam. Hanya sekedar mengingat kembali, Rukun islam yang ke
1. Mengucapkan dua kalimat sahadat
2. Mengerjakan shalat
3. Membayar zakat
4. Mengerjakan puasa,
5. Naik haji bagi yang mampu.
Rukun islam merupakan kewajiban bagi seluruh umat islam dipenjuru dunia.
Kewajiban berarti segala sesuatu yang harus atau mesti dikerjakan atau
dilaksanakan. Maka dari itu kita sebagai umat muslim wajib berpuasa.
Berdasarkan keterangan yang sangat jelas dari Al-Qur'an dan Sunnah.
Bahkan, Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam menerangkan salah
satu dari rukun Islam yang 5. Hal ini menunjukkan bahwa kedudukannya
yang mulia dan agung dalam Islam. Karenanya semua orang muslim wajib
memperhatikan dan menjaganya dengan seksama agar sempurna bangunan di
dalam dirinya.
Apabila ada seorang yang mengaku muslim namun meninggalkan puasa karena
ia mengingkarinya, maka dia termasuk orang – orang yang kufur. Sedangkan
bagiorang - orang yang tidak mengerjakan puasa karena malas atau lalai
“tetap meyakini bahwa hukumnya wajib”, maka ia telah melakukan dosa yang
besar dan kebinasaan karena tidak melaksanakan salah satu rukun Islam
dan kewajiban yang penting.
Adapun konsekuensi berdasarkan hukum fiqihnya, para ulama - ulama
memiliki pendapat yang berbeda - beda. Sebagiannya berpendapat, bahwa
bagi orang yang telah berbuka “tidak berpuasa” satu hari saja dari bulan
Ramadhan maka wajib mengqadla puasanya sebanyak 12 hari. Ada juga yang
pendapat bahwa mereka wajib berpuasa qadla selama satu bulan. Pendapat
lainnya, mengatakan bahwa seseorang itu harus berpuasa selama 3000 hari
dan ini merupakan pendapat al-Nakhai, Waqi' bin al-Jarrah,. Namun ada
dua pendapat yang paling masyhur dalam masalah ini dan memiliki landasan
argumen yang kuat, yaitu: wajib mengqadla tanpa kafarah dan cukup
bertaubat tanpa harus qadla.
Pendapat Pertama: Wajib qadla saja
Pendapat ini merupakan pendapat yang sangat umum di kalangan para ulama,
yaitu wajib mengqadla bagi orang yang sengaja berbuka (tidak berpuasa)
pada bulan Ramadlan, yaitu dengan berpuasa sesuai jumlah hari yang dia
rusak.
Pendapat Kedua: Tidak wajib mengqadla, dan hanya bertaubat dengan sebenar - benarnya "bersungguh - sungguh"
Menurut pendapat kedua ini, tidak cukup dengan qadla walaupun dia
berpuasa setahun penuh. Sebabnya, karena dia sengaja merusak puasanya
tanpa udzur syar'i. Maka tidak mencukupi hari untuk menggantikan hari
yang dia rusak tersebut, karena qadla disyariatkan bagi orang yang
memiliki udzur (berhalangan).
Allah Ta'ala berfirman yang maknanya :
"Maka barang siapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan
(lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang
ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain." (QS. Al-Baqarah: 184)
Maka barang siapa yang merusak puasa di bulan ramadhan tanpa ada udzur
syar'i lalu mengganti puasanya itu di hari – hari yang lain, berarti
telah membuat aturan baru dalam agama Allah yang tidak diizinkan
oleh-Nya.
Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam juga bersabda yang maknanya
"Siapa yang mengada-adakan hal baru dalam urusan kami ini (Islam) yang
bukan berasal darinya, maka akan tertolak." (HR. Bukhari dari Aisyah
radliyallahu 'anha)
Adapun firman Allah swt tentang puasa yang maknanya :
“Hai orang – orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa
sebagaimana diwajibkan atas orang – orang sebelum kamu agar kamu
bertaqwa”
(Q.S. Al-Baqarah : 183)
Dari arti firman Allah SWT. dalam Q.S. Al-Baqarah : 183, telah jelas
bahwa puasa itu telah diwajibkan dan diperintahkan kepada orang – orang
sebelum kita. Yang bertujuan untuk meningkatkan ketakwaan terhadap Allah
SWT.
Pasti kita bertanya – Tanya, apa sebenarnya hikmah dari Puasa?
Berikut beberapa hikmah dari puasa
1. Puasa dapat menyempitkan aliran darah dan juga makanan. Aliran yang
sama yang digunakan oleh syaitan. Sehingga bisikan syaitan akan menjadi
lemah.
2. Puasa dapat melemahkan nafsu, hasrat berbuat maksiat dan keinginan berbuat jahat. Ini mengakibatkan roh menjadi suci.
3. Puasa juga merupakan penyucian hati, pendidikan jiwa, pengendalian
pandangan mata dan juga menjaga seluruh anggota tubuh dari pada perbutan
dosa.
4. Puasa dapat menyehatkan tubuh, kerana puasa mengosongkan perut dari
berbagai bahan yang merusakkan. Puasa juga berfungsi membersihkan darah,
menormalkan fungsi jantung, hati dan ginjal.
5. Apabila seseorang itu berpuasa, dirinya akan merasa kerdil di hadapan
Allah SWT, hatinya akan mudah tersentuh dan rasa tamak akan menipis.
Nafsunya terkawal sehingga doanya dikabulkan kerana dia dekat dengan
Allah SWT.
Mungkin diantara kita masih ada yang bingung, sebenarnya apa – apa saja
yang dapat membatalkan ataupun yang dapat mengurangi pahala puasa,
berikut akan saya sebutkan kembali tentang hal – hal yang dapat
membatalkan ataupun yangdapat mengurangi pahala puasa :
• Makan dan juga Minum yang dilakukan dengan sengaja
• Merokok
• Melakukan hubungan badan antara suami dan juga istri pada siang hari, Jima’ (berssenggema)
• Keluarnya darah haid atau nifas bagi seorang perempuan
• Menghirup obat untuk melegakan pernafasan
• Menelan sisa - sisa makanan yang masih ada menempel di antara gigi-gigi meskipun hanya sedikit
• Transfusi darah bagi orang yang berpuasa
• Ghibah ( membicarakan aib kejelekan orang lain)
• Namimah ( mengadu domba )
• Mendo’akan hal – hal yang jelek terhadap orang lain dan juga mencaci-maki
• Melakukan maksiat
• Berbohong
• Timbul syahwat kyang disebabkan memikirkan atau melihat hal-hal yang jorok ( mesum )
Saudara saudari yang muliakan oleh Allah SWT. kita telah mengetahui apa
saja hukum bagi orang – orang yang tidak berpuasa dengan sengaja, yaitu
mendapatkan dosa yang besar. Naudzubilahimindzalik. Oleh sebab itu,
untuk kedepannya semoga puasa kita akan lebih baik lagi,. Dan semoga
kita menjadi umat muslim yang bertaqwa kepada Allah SWT, amin yarobal
alamin.
Sekianlah ceramah dari saya apa bila ada kesalahan dalam penyampaian,
ataupun kata – kata yang kurang berkenan saya mohon maaf, karena
kesempurnaan itu hanya milik Allah SWT. akhirul kalam Wassalamu’alaikum
Warrahmatullahi Wabarakatu.
Demikianlah Artikel saya yang membahas tentang Contoh Ceramah Tentang Kewajiban Berpuasa. terima kasih Semoga bermanfaat Wassalam Wr Wb
Setelah membahas Keutamaan Puasa diatas,
kami juga memproduksi karpet masjid, dengan kualitas terbaik dan harga
terjangkau. Karpet Masjid Empuk dengan ketebalan, dan kemembutan yang pas
sehingga nyaman saat diguakan untuk sholat. Jika ingin mengetahui lebih lanjut,
kunjungi web kami www.juragankarpet.com
Sumber:
http://www.pidatu.com/2014/05/contoh-ceramah-tentang-kewajiban.html
dakwahislam4.blogspot.com
Sumber:
http://www.pidatu.com/2014/05/contoh-ceramah-tentang-kewajiban.html
dakwahislam4.blogspot.com
Selasa, 29 Januari 2019
Menjadi Remaja Gaul Ala Islam
istilah ‘gaul’. Yach, tren yang udah membumi di lingkungan temen-temen. Dari mulai model baju, celana ketat, rok mini, tanktop, sampe buku-buku dan majalah nggak ketinggalan ngebahas tren itu. Tapi apa temen-temen tau, apa sih sebenernya arti gaul tersebut?
Ada yang bilang, gaul itu punya banyak temen dan punya banyak wawasan.
Di mana-mana ia dikenal. Banyak yang nelponin, banyak yang ngajakin
hang-out bareng, banyak yang naksir, banyak juga yang iseng gangguin.
Pokoknya, layaknya superstar lah, ia dikenal di manapun berada.
Ada juga yang bilang, gaul itu ngikutin perkembangan zaman. Pokoknya,
orang bisa dikatakan gaul jika ia bisa ngikutin terus perkembangan zaman
paling modern. Dari bacaan modern yang ngebahas perselingkuhan artis,
sampai film modern yang mengumbar nafsu dan kekerasan. Dari mulai celana
gombrong di bawah mata kaki sampai celana ketat yang kesannya kayak
telanjang. Dari baju kebesaran yang berumbai di mana-mana sampai kaos
kekecilan model adik bayi. Semuanya diikutin. Namanya aja ngikutin tren
modern!
Ada lagi yang memaknai gaul sebagai kebiasaan belanja di mall, nongkrong di kafe, jago sms-an, jago pencet HP, dan sebagainya.
Tapi apa emang cuma sebatas itu aja definisi gaul?
Dalam Islam sendiri, gaul berarti punya prinsip. Kan nggak lucu banget,
kalo kita ngaku gaul tapi ke mana-mana cuma ikut-ikutan tanpa dasar.
Nah, untuk itu kita kudu nyari tau prinsip tersebut. Caranya? Dekati dan
akrabi Al Qur'an. Pramuka aja punya prinsip “Satyaku kudharmakan,
dharmaku kubaktikan”, masa' sih kita seorang muslim yang merupakan ummat
terbaik malah nggak punya prinsip. Malu dong!!!
Lantas apa prinsip kita sebagai Muslim? “Hidup mulia atau mati syahid!”
Bener! Seratus deh buat kamu yang menjawab bener tadi!
Selain itu, pribadi muslim yang gaul tercermin dalam sepuluh sifat.
Simak baik-baik yaaa....! Setelah itu diamalkan. Baru deh kalian tepat
disebut sebagai insan yang gaul.
- Salimul Aqidah (aqidah yang bersih)
Salimul aqidah merupakan sesuatu yang harus ada pada setiap muslim.
Dengan aqidah yang bersih, seorang muslim akan memiliki ikatan yang kuat
kepada Allah SWT. Dengan ikatan yang kuat itu kita nggak akan nyimpang
dari jalan dan ketentuan-ketentuan-Nya. Dengan kebersihan dan kemantapan
aqidah, seorang Muslim akan menyerahkan segala perbuatannya kepada
Allah sebagaimana firman-Nya:
"Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku, semua bagi Allah tuhan semesta alam" (QS. Al An'am:162).
Karena aqidah yang salim merupakan sesuatu yang amat penting, maka pada
awal da'wahnya kepada para sahabat di Mekkah, Rasulullah SAW
mengutamakan pembinaan aqidah, iman dan taukhid.
Nah, temen-temen semuanya, kalo kalian emang ngebet banget pingin
disebut manusia gaul, bersihkan tuh aqidahmu. Jangan melulu membersihkan
wajah berjerawat! Oke?
- Sahihul Ibadah (ibadah yang benar)
Shahihul ibadah merupakan salah satu perintah Rasulullah SAW yang
penting. Dalam satu haditsnya, beliau bersabda: "Shalatlah kamu
sebagaimana melihat aku shalat". Dari ungkapan ini kita bisa nyimpulin
bahwa dalam melaksanakan setiap peribadatan haruslah merujuk kepada
sunnah Rasul SAW yang berarti tidak boleh ada unsur penambahan atau
pengurangan.
Muslim yang gaul emang muslim yang punya prinsip. Tapi prinsip kita
harus berdasarkan Al Qur'an dan Sunnah, bukan asal prinsip. Apalagi
prinsip berdasar hukum setan dan nafsu. Nggak banget deh!!!
- Matinul Khuluq (akhlaq yang kokoh)
Matinul khuluq merupakan sikap dan perilaku yang harus dimiliki oleh
setiap muslim, baik dalam hubungannya kepada Allah maupun dengan
makhluk-makhluk-Nya. Dengan akhlak yang mulia, manusia akan bahagia
dalam hidupnya, baik di dunia maupun di akhirat. Pingin kan ngerasain
bahagia dunia-akhirat? Nah, karena begitu penting memiliki akhlak yang
mulia bagi umat manusia, maka Rasulullah SAW diutus untuk memperbaiki
akhlak dan beliau sendiri telah mencontohkan kepada kita akhlaknya yang
agung sehingga diabadikan oleh Allah SWT di dalam Al Qur'an. "Dan sesungguhnya kamu benar-benar memiliki akhlak yang agung" (QS. Al Qalam: 4).
- Qowiyyul Jismi (kekuatan jasmani)
Qowiyyul jismi merupakan satu sisi yang harus ada pada setiap Muslim. Kekuatan
jasmani berarti seorang muslim memiliki daya tahan tubuh sehingga dapat
melaksanakan ajaran Islam secara optimal dengan fisiknya yang kuat.
Shalat, puasa, zakat dan haji merupakan amalan di dalam Islam yang harus
dilaksanakan dengan fisik yang sehat dan kuat. Apalagi berjihad di
jalan Allah dan bentuk-bentuk perjuangan lainnya.
Oleh karena itu, kesehatan jasmani harus mendapat perhatian seorang
muslim dan pencegahan dari penyakit jauh lebih utama daripada
pengobatan. Meskipun demikian, sakit tetap kita anggap sebagai sesuatu
yang wajar bila hal itu kadang-kadang terjadi. Namun jangan sampai
seorang muslim sakit-sakitan. Karena kekuatan jasmani juga termasuk hal
yang penting, maka Rasulullah SAW bersabda yang artinya: "Mukmin yang
kuat lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah (HR. Muslim)
Demikian pula Imam Hasan Al Banna berkata bahwa salah satu kewajiban
mujahid adalah: ”Hendaklah engkau bersegera melakukan general chek-up
secara berkala atau berobat, begitu penyakit terasa mengenaimu.”
Gaul itu nggak mudah sakit-sakitan. Setuju???
- Mutsaqqoful Fikri (intelek dalam berfikir)
Mutsaqqoful fikri merupakan salah satu sisi pribadi muslim yang juga
penting.Muslim itu nggak boleh lelet, apalagi telmi. Jangan deh!! Karena
itu salah satu sifat Rasul adalah fathonah (cerdas). Al Qur'an juga
banyak mengungkap ayat-ayat yang merangsang manusia untuk berfikir,
misalnya firman Allah yang artinya: "Mereka bertanya kepadamu tentang
khamar dan judi. Katakanlah: " pada keduanya itu terdapat dosa besar
dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari
manfaatnya". Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan.
Katakanlah: "Yang lebih dari keperluan". Demikianlah Allah menerangkan
ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir" (QS Al Baqarah: 219)
Di dalam Islam, tidak ada satupun perbuatan yang harus kita lakukan,
kecuali harus dimulai dengan aktifitas berfikir. Karenanya seorang
muslim harus memiliki wawasan keislaman dan keilmuan yang luas. Bisa
dibayangkan, betapa bahayanya suatu perbuatan tanpa mendapatkan
pertimbangan pemikiran secara matang terlebih dahulu. Pasti akan terjadi
yang namanya taqlid buta alias berbuat dan berkata tanpa dasar yang
jelas. Dan itu jelas nggak dibolehkan dalam Islam.
Oleh karena itu, Allah mempertanyakan kepada kita tentang tingkatan
intelektualitas seseorang, sebagaimana firman Allah yang artinya: Katakanlah:
"samakah orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui?"',
sesungguhnya orang-orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran". (QS Az Zumar: 9)
- Mujahadatul Linafsihi (berjuang melawan hawa nafsu)
Mujahadatul linafsihi
merupakan salah satu kepribadian yang juga harus ada pada diri seorang
muslim karena setiap manusia memiliki kecenderungan pada yang baik dan
yang buruk. Melaksanakan kecenderungan pada yang baik dan menghindari
yang buruk amat menuntut adanya kesungguhan. Kesungguhan itu akan ada
manakala seseorang berjuang dalam melawan hawa nafsu. Hawa nafsu yang
ada pada setiap diri manusia harus diupayakan tunduk pada ajaran Islam.
Rasulullah SAW bersabda: "Tidak beriman seseorang dari kamu sehingga ia menjadikan hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa (ajaran Islam)" (HR. Hakim)
- Harishun Ala Waqtihi (pandai menjaga waktu)
Harishun ala waqtihi
merupakan faktor penting bagi manusia. Hal ini karena waktu mendapat
perhatian yang begitu besar dari Allah dan Rasul-Nya. Allah SWT banyak
bersumpah di dalam Al Qur'an dengan menyebut nama waktu seperti wal
fajri, wad dhuha, wal 'asri, wallaili dan seterusnya.
Allah SWT memberikan waktu kepada manusia dalam jumlah yang sama, yakni
24 jam sehari semalam. Dari waktu yang 24 jam itu, ada manusia yang
beruntung dan tak sedikit manusia yang rugi. Karena itu tepat sebuah
semboyan yang menyatakan: "Lebih baik kehilangan jam daripada kehilangan
waktu". Waktu merupakan sesuatu yang cepat berlalu dan tidak akan
pernah kembali lagi.
Oleh karena itu setiap muslim amat dituntut untuk pandai mengelola
waktunya dengan baik sehingga waktu berlalu dengan penggunaan yang
efektif, tak ada yang sia-sia. Maka diantara yang disinggung oleh Nabi
SAW adalah memanfaatkan momentum lima perkara sebelum datang lima
perkara, yakni waktu hidup sebelum mati, sehat sebelum datang sakit,
muda sebelum tua, senggang sebelum sibuk dan kaya sebelum miskin.
Imam Hasan Al Banna berkata: ”Kewajiban kita lebih banyak daripada waktu yang tersedia.”
Coba deh direnungkan. Bila seorang Muslim mampu memahami betapa banyak
kewajiban yang harus dipikulnya, tentu ia nggak akan pernah
menyia-nyiakan waktunya untuk hal-hal yang nggak berguna.
Sebuah kata bijak barangkali bisa menjadi pedoman. ”Jangan pernah menyia-nyiakan waktumu, karena sesungguhnya tidak ada yang sia-sia di sisi Allah.”
- Munazhzhamun fi Syuunihi (teratur dalam suatu urusan)
Munazhzhaman fi syuunihi juga
termasuk kepribadian seorang muslim yang penting yang ditekankan oleh
Al Qur'an maupun sunnah. Oleh karena itu dalam hukum Islam, baik yang
terkait dengan masalah ubudiyah maupun muamalah harus
diselesaikan dan dilaksanakan dengan baik. Ketika suatu urusan ditangani
secara bersama-sama, maka diharuskan bekerjasama dengan baik sehingga
Allah menjadi cinta kepadanya.
Dengan kata lain, suatu urusan mesti dikerjakan secara profesional.
Apapun yang dikerjakan, profesionalisme selalu diperhatikan.
Bersungguh-sungguh, bersemangat , berkorban, berkelanjutan dan berbasis
ilmu pengetahuan merupakan hal-hal yang mesti mendapat perhatian serius
dalam penunaian tugas-tugas.
- Qodirun 'Alal Kasbi (memiliki kemampuan usaha sendiri/mandiri)
Qodirun 'alal kasbi
juga merupakan ciri yang harus ada pada diri seorang muslim. Ini
merupakan sesuatu yang amat diperlukan. Mempertahankan kebenaran dan
berjuang menegakkannya baru bisa dilaksanakan manakala seseorang
memiliki kemandirian terutama dari segi ekonomi. Tak
sedikit seseorang mengorbankan prinsip yang telah dianutnya karena tidak
memiliki kemandirian dari segi ekonomi. Karena pribadi muslim tidaklah
mesti miskin, seorang muslim boleh saja kaya bahkan memang harus kaya
agar dia bisa menunaikan ibadah haji dan umroh, zakat, infaq, shadaqah
dan mempersiapkan masa depan yang baik. Oleh karena itu perintah mencari
nafkah amat banyak di dalam Al Qur'an maupun hadits dan hal itu
memiliki keutamaan yang sangat tinggi.
Dalam kaitan menciptakan kemandirian inilah seorang muslim amat
dituntut memiliki keahlian apa saja yang baik. Keahliannya itu menjadi
sebab baginya mendapat rizki dari Allah SWT. Rezeki yang telah Allah
sediakan harus diambil dan untuk mengambilnya diperlukan skill atau
ketrampilan.
- Nafi'un Lighoirihi (bermanfaat bagi orang lain)
Nafi'un lighoirihi
merupakan sebuah tuntutan kepada setiap muslim. Manfaat yang dimaksud
tentu saja manfaat yang baik sehingga dimanapun dia berada, orang
disekitarnya merasakan keberadaan. Jangan sampai keberadaan seorang muslim tidak menggenapkan dan ketiadaannya tidak mengganjilkan.
Ini berarti setiap muslim itu harus selalu berfikir, mempersiapkan
dirinya dan berupaya semaksimal untuk bisa bermanfaat dan mengambil
peran yang baik dalam masyarakatnya. Dalam kaitan ini, Rasulullah SAW
bersabda yang artinya: "Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain" (HR. Qudhy dari Jabir).
Demikian secara umum profil seorang muslim yang disebutkan dalam Al Qur'an dan sunnah. Sesuatu
yang perlu kita standarisasikan pada diri kita masing-masing. Bahkan
hal wajib buat generasi muda yang ngotot banget untuk jadi anak gaul.
Jadi jelas kan, bahwa gaul bukan hanya sekedar nongkrong di mall,
belanja sana-sini, sms-an sampe jempol sekarat, bukan juga berpakaian
ala Jahiliyyah yang memperlihatkan punggung, paha, bahkan hal lainnya
yang seharusnya nggak boleh terlihat.
Wallahu a'lam.
Sumber:
http://pejuangtarbiyah.blogspot.com/2008/08/menjadi-remaja-gaul-ala-islam.html
dakwahislamtentangremaja.blogspt.cm
Langganan:
Komentar (Atom)

